Happy Anniversary 3rd To Nando & Siska

9 Januari 2012

Aku ingat saat dimana aku menyendiri, kesepian, dan tak ada apapun yang bisa menghiburku. Sesaat ku melihat dinding yang hanya diam saja, jam dinding yang hanya berdetak kaku, tirai kelambu yang ditiup angin, bahkan kadang, langit pun menitikkan air terasa seperti menyatu dengan perasaan yang kualami. Sesaat pula aku menutup mata, membayangkan seseorang yang hadir di tengah kesepian yang melanda, membayangkan ada saat dimana aku dan dia bersama dan saling membuka pikiran untuk mengetahui satu dengan yang lain, dan ketika aku terbangun, aku juga membayangkan betapa indahnya jika ada seseorang yang peduli denganku memeluk aku dan mengucapkan kata-kata indah. Dan ku pikir, itu adalah impian yang benar-benar aku ingini. Impian dimana aku merasa untuk diperhatikan dan bisa memahamiku.

Tak lama waktu yang berselang, ku temui seseorang yang sangat cantik, yang mampu menarik perhatianku, yang ku yakin bisa memahami hati dan perasaanku, dan ternyata, itu semua terjadi dalam hidupku. Dia ada saat aku butuhkan, dia ada ketika aku inginkan, dan dia ada ketika aku ingin membagi kasih sayang.

Siska, sosok perempuan yang aku idamkan, yang selalu ada disaat diri ini ingin bersama, memadukan kisah kasih cinta aku dan dia, bahkan seseorang yang mempunyai integritas dan keyakinan yang tinggi akan cinta aku dan dia, yang merasa bahwa tak ada seorang pun yang mampu menggantikan dirinya di hatiku, dan tak ada seorangpun yang bisa menghalangi cinta kita berdua, dan itu semua membuat hatiku lebih terpaut kepadanya.

Hingga kini, begitu banyak cerita yang aku buat dengannya. Cerita cinta yang lebih menarik dari cerita Romeo dan Juliet, bahkan lebih manis dari cerita madu dan cokelat, bahkan pula lebih indah dibanding dengan bunga mawar dan bunga melati yang mekar berseri di padang bunga yang luas.

Selama 3 tahun ini, ada begitu banyak pula kenangan manis, yang membuat diri ini semakin cinta dan semakin bahagia. Bahkan selama itu pula, kenangan yang pahit juga mengisi akan cerita cinta yang antara aku dan dia. Di balik kenangan pahit yang aku dan dia alami, mengajarkan banyak hal, bahwa di dunia ini, jika cerita cinta hanya diisi dengan hal-hal yang manis dan indah, itu menjadi cerita cinta yang sulit untuk dijalani, karena kehidupan di dunia ini, bukan hanya hal-hal yang indah saja untuk dijalani, tapi juga ada hal-hal yang bisa menyakiti hati dan perasaan yang tulus mencintai.

Hari-hari yang dijalani tidak hanya terasa seperti jalan yang lurus dan rata, tapi juga ada jalan yang berbelok, hingga ada tikungan yang tajam, bahkan jalannya pun sedikit berbatu. Dan perjalanan cinta, selalu saja dirundung dengan berbagai godaan hati dan pikiran. Berusaha untuk melawan setiap cobaan yang ada, dan mempertahankan cinta yang telah tumbuh dan bersemi di hati kami.

Berbeda dengan cerita cinta yang dialami orang lain, kisah kasih cinta antara kita berdua yang bermula dengan penuturan atas tindakan, gerak-gerik, serta bahasa tubuh yang dilakukan, membuat pikiran kita menjadi sesuatu hal yang paling membutakan perasaan untuk membukakan hati dalam setiap dilema hati yang ingim sekali untuk bertemu dan berbicara. Dan semua itu akhirnya terjadi ketika awal Januari. Awal dari tahun 2009.

Aku cinta kamu. Adalah kata yang terlontar begitu saja saat berjalan bersamanya menelusuri malam yang diterangi dengan cahaya bulan purnama yang bersinar terang menerangi jalan-jalan yang ditelusuri, bahkan menambah romantisme saat ku ungkapkan perasaanku padanya. Seluruh tubuhku berdecak kagum karena diberi kesempatan untuk berjalan bersama, dan di saat itu pula hembusan angin malam menghempas setiap helai bulu kudukku hingga membuat tubuh menjadi dingin dan gemetar.

Perasaan yang terbendung saat itu akhirnya bisa ku lepaskan hingga pikiranku ini mulai terasa ringan dan terasa tak ada lagi beban untuk dipikirkan lagi. Tapi, tidak begitu saja pikiran ku mulai ringan, ada saat dimana aku harus menunggu jawaban darinya, menjawab setiap pertanyaan yang membuat pikiranku lebih galau, dan membuat jantung ini semakin bedetat kencang dan makin kencang saja, langkah kakiku pun terasa lemas seperti tidak mempunyai lutut.

Mendengar dari setiap jawaban yang ku berikan, akhirnya cintaku diterima. Jantung dan hatiku terasa seperti mau lepas akan jawaban yang disampaikannya, dan menambah pikiran lagi, kenapa sampai dia menerima cintaku. Apakah karena aku memang pantas untuknya? Atau apakah aku adalah lelaki terbaik bagi dirinya? Sungguh disaat itu aku tak menyangka lagi kenapa dia membalas cintaku. Saat itu pula aku bersyukur kepada Tuhan atas berkat yang Dia berikan. Yang telah memberikan ku kekasih hati yang aku cintai, memberikanku kekasih yang tulus mencintaiku, dan memberikanku bdiadari yang elok parasanya dan indah hatinya, membuat diri ini semakin jatuh cinta setiap harinya.

Waktu terasa terhenti. Ini adalah kalimat yang cocok saat aku dan dia bersama, saling memadukan kisah kasih cinta kita berdua, saling mengungkapkan perasaan yang lebih dari cinta yaitu berbagi cerita tentang kehidupan masa lalu, kehidupan yang sebelum dijalani bersama, dan rencana kehidupan untuk selanjutnya. Memang waktu itu terasa dini sekali untuk dibicarakan. Tapi, sudah saatnya ktika dua insan yang telah dewasa memikirkan masa depan, demi kehidupan kelak ketika ditahbiskan di gereja yang dihiasi bunga mawar merah dan putih. Itu adalah sebagian impian yang telah kita impikan dan akan diwujudkan kelak saat Tuhan mempersatukan aku dan dia.

Terima kasih Tuhan. 3 tahun adalah waktu yang sangat lama bagi kisah kasih kami. 3 tahun yang tak bisa dijalani dengan pasangan sebelumnya, dan mungkin tidak akan ada lagi yang sesudah hubungan sesudah hubungan aku dan dia. Hanya aku dan dia saja yang mampu menjalani kisah kasih cinta selama itu. Diriku ini hanya berpikir bahwa aku akan mencintai dia selamanya, tak peduli siang berganti malam, matahari berubah menjadi bulan, yang pasti aku hanyalah miliknya.

Sempat bagi diri ini untuk selingkuh, dan ternyata itu pernah terjadi dalam kisah cinta kami. Bodohnya diriku ketika awal hubungan yang telahi dibangun bersama telah ku khianati cinta sucinya. Setelah tahun kedua juga ku khianati dirinya dengan cinta palsu yang kuberikan kepada orang lain. Dan memasuki tahun ketiga, ada sedikit kejanggalan yang membuat diri ini untuk selingkuh. Tapi, karena kuasa doa, itu tidak akan terjadi lagi, karena yang ku tahu, dia yang tulus mencintaiku, yang bukan karena lamanya waktu berpacaran, tapi karena keikhlasan hati untuk tetap mencintai hingga maut merenggut kehidupan kami.

Mulai saat ini, saat memasuki tahun ketiga ini, diri ini berjanji untuk tetap setia menjalani segala hal yang membuat diri ini untuk lebih dan lebih belajar, belajar untuk memahami, belajar untuk menghargai, dan belajar untuk mencintai lebih dari cintaku sebelumnya. Semuanya akan ku lakukan meskipun banyak godaan yang datang terus menerus. Akan ku usahakan mempertahankan menara cinta yang selama ini ku bangun hingga akhir hayat dan hingga maut memisahkan cinta kita berdua. Selamanya, dan untuk selamanya.

Nando & Siska. 7 Januari 2009 – 7 Januari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: