I Love U

9 Januari 2012

Suatu saat ketika hari yang indah diberikan oleh Yang Maha Kuasa, aku terbangun dengan semangat yang menggebu-gebu, siap untuk menjalani akan hari yang diberikan oleh-Nya, dan siap untuk menghadapi berbagai permasalahan/ persoalan yang akan menimpaku di hari itu. Tak berhenti pula ungkapan syukurku kepada-Nya yang tak bisa ku rasakan akan keindahan ini, jika tanpa kuasa oleh-Nya yang selalu memberikanku hari-hari yang indah. Sesaat pula ketika aku selesai dengan pengungkapan syukur yang ku panjatkan kepada-Nya, aku menatap akan langit biru dan kicauan burung yang menggegap, seperti memahami pula betapa besar karunia yang diberikan oleh yang Maha Kuasa, semuanya seperti sedang berbahagia di hari itu, melupakan segala kepenatan yang dirasakan di hari sebelumnya, dan memulai dengan kondisi fisik dan pikiran yang jernih, seolah tidak terjadi hal-hal yang membosankan dan merasakan penatnya hidup ini. Aku, yang sedari tadi turun dari kamar, dan ingin meregangkan semua ototku yang lemas karena aku tertidur semalam, langsung berolahraga dan menggerakkan semua badan ini hingga sisa dari rasa mengantuk ku cepat hilang. Sesaat kemudian ku lihat dia yang begitu menawan di pagi hari, yang sedang meregangkan diri pula, dan saat itu pula aku merasa bahwa ada getaran cinta yang begitu menyemangati ku di pagi hari itu, dan hatiku pun terasa seperti berlonjak kegirangan, merasakan akan kebahagiaan yang lebih mendalam saat dia membalas senyum yang ku berikan padanya. Yang ku rasakan itu sepertinya hanyalah sebuah mimpi, bahkan yang ku ingat hanyalah sebagian dari sisa mimpiku yang sepenuhnya pikiranku berlum sadar penuh. Tapi, aku pun langsung mengucek mataku bahkan juga ku cubit tanganku agar ku tahu bahwa itu bukanlah sisa mimpiku, tapi itu adalah kenyataan yang menjadi sebagian dari awal yang baik di hari itu. Setiap ku tatap matanya, diri ini menjadi lebih tergugah untuk mengetahui apakah dia menyukaiku, bahkan mencintaiku. Berbagai strategi yang kurencanakan tak ada satu pun yang berhasil, dan itu terjadi karena aku terbawa dengan perasaan yang gugup yang tak bisa ku tahan, dan hanya ikut dengan perasaan yang seharusnya ku unmgkapkan bahwa aku sangat ingin mengetahui tentang perasaannya padaku.

Setiap waktu ketika aku membayangkan kejadian di pagi itu, dalam pikiranku selalu terngiang akan dirinya, yang dengan nafsu ingin mengetahui tentang lebih jauh lagi, hingga suatu malam yang diterangi dengan sinar rembulan purnama dan langit yang dihiasi dengan taburan bintang-bintang yang berkelap-kelip memberanikan diriku untuk mengatakan perasaanku, walau aku tidak tahu tentang perasaannya padaku. Terang saja karena aku tak bisa lagi menenangkan pikiranku bahwa aku penasaran dengannya, ditambah lagi dengan pikiranku yang sedari pagi terus memikirkannya, membuat aku untuk mengungkapn perasaanku padanya. Dan, sesaat aku terdiam setelah ku jelaskan tentang perasaanku, sesaat pula denyut jantungku berdetak dengan kencangnya, dan bulu kuduk merinding menantikan jawaban darinya. Ingin rasanya aku memaksa dengan keadaan tersebut untuk lekas-lekas menjawab atas pertanyaan yang mewakili perasaanku. Tapi, ketika aku ingin melontarkan kata memaksa, kulihat dirinya yang mulai menggunakan bahasa tubuh, yang kepalanya mulai mengangguk, tanpa sepatah kata pun, dan ingin sekali waktu itu aku memegang tanggannya, namun dia memberikan pernyataan bahwa cinta karena dibutuhkan atau butuh karena cinta. Aku pun diam sesaat, kembali ku bertanya kepadanya dengan mimik wajah yang ingin suatu kejelasan akan respon pertanyaan yang ku berikan, dan tak lama kemudian aku menjawab yang sesuai dengan keinginannya. Kami pun berjalan dengan alunan hembusan angin malam yang dingin, namun tak ku pedulikan lagi karena aku sangat bahagia karena bisa memilikinya di malam itu.

Dan kini, setelah 3 tahun berlalu, aku masih mengingat akan kejadian yang manis tersebut, dan ingin sekali waktu bisa terulang kembali, agar ku bisa merasakan kembali betapa penasarannya diriku padanya saat itu, betapa kuatnya denyut jantungku saat itu, dan yang terpenting betapa inginnya aku memegang tangannya sambil berjanji di bawah sinar rembulan yang dikelilingi oleh bintang-bintang yang bersinar terang sambil mengucapkan kata I love U.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: